Aduh. Bingung ya, apa gw harus mereview ini film dengan serius apa nggak. Tapi kayaknya gw putuskan untuk memberikan tanggapan seadanya karena gw gak nonton dari awal dan gw nonton sambil berdiri dan terganggu oleh banyak hal.
Bercerita tentang apa? Kisah tentang beberapa bagian masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia, bagaimana kehidupan mereka yang terdiskriminasi, yang kemudian membuat masing-masing karakternya punya pemikiran yang berbeda-beda agar mereka ‘terlepas’ dari garis keturunan itu.
Bagaimana Edwin sang Sutradara bertutur? Sesuai karakteristiknya Edwin, ia bertutur penuh dengan metafora-metafora yang menarik. Tapi buat gw pribadi, metafora itu memberikan gw banyak pertanyaan. Seperti kenapa petasan yang jadi simbol ‘pengusir setan’ harus dimakan? Kenapa harus makan hotdog? Kenapa ada simbolisasi Babi? Kenapa si pasangan homo harus melakukan hal yang aneh itu? Kenapa harus ditunjukkan adegannya? Apa makna lagu “I Just Called To Say I Love You”? DAN BANYAK LAGI.
Terlepas dari banyak pertanyaan-pertanyaan itu semua, film ini mampu memberikan gambaran-gambaran betapa tokoh-tokoh di dalamnya sangat ingin lepas dari takdirnya sebagai keturunan Tionghoa di Indonesia. Menurut gw sih terlalu ekstrim, tapi mungkin ini bisa memberikan gambaran yang jelas tentang perasaan penuh tekanan menjadi warga keturunan Tionghoa di Indonesia, ketika itu.
Tetep gw kasih apresiasi sebesar-besarnya untuk kehadiran film panjang Edwin yang pertama ini.
further information : http://babibutafilm.com