Press Conference : Bulan Film Nasional 2008

Jam 3 lewat sedikit, di sore Kamis, 28 Februari 2008. Langit masih bimbang untuk menurunkan hujan. Sehingga, beberapa awan disuruhnya berkumpul menghadang sinar matahari. Suasana mendung terasa. Namun ternyata, itu semua tidak membuat para undangan konferensi pers Bulan Film Nasional (BFN) 2008 menjadi bimbang untuk menunjukkan batang hidungnya ke Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki.

 

Belasan undangan, yang hampir seluruhnya adalah wartawan dari beberapa media, tampak menunggu sambil sibuk membolak-balik majalah dan sedikit ‘bocoran’ kasar, mengenai BFN. Ada pula yang sibuk mengeset kamera atau mencari posisi mantap untuk mencuri momen-momen nanti.Acara pun dimulai sesaat sebelum pukul 15.30, dengan dibuka oleh Lisabona Rahman (Manajer Program kineforum), secara singkat, tepat, dan padat. Kemudian beliau mengundang Marco Kusumawidjaja (Ketua Dewan Kesenian Jakarta), Farishad Latjuba (Ketua Komite Film Dewan Kesenian Jakarta) dan Riri Riza (Anggota Komite Film Dewan Kesenian Jakarta) untuk bersanding bersamanya di meja yang sudah dilengkapi microphone. Mereka berempat lah yang akan memberikan informasi-informasi menarik tentang BFN 2008 ini.Sebuah pengantar dari Pak Marco, menjadi prioritas dalam acara ini. Dilanjutkan penjelasan dengan sangat-sangat singkat dari Mas Farishad. Sehingga, Mba Lisabona ikut turun tangan menjelaskan dengan detail kegiatan yang akan berlangsung di BFN 2008 ini. Selanjutnya, penjelasan program yang berisi rangkaian film-film sebelum disensor oleh Mas Riri.

Intinya, BFN 2008 kali ini masih mengangkat tema Sejarah Adalah Sekarang, karena selain memiliki track record yang baik lewat BFN tahun lalu, juga karena masih ingin memberikan ruang untuk menyegarkan ingatan mengenai sejarah film Indonesia. Karena sejarah tidak hanya terjadi di masa lalu. Juga, memberikan informasi bahwa di Indonesia, ada arsip dan perawatan film-film Indonesia yang diproduksi sebelum kita-kita ini lahir, yaitu Sinematek Indonesia. Dan di BFN kali ini, kerjasama Dewan Kesenian Jakarta dengan Sinematek Indonesia makin erat dan penjualan t-shirt bergambar poster film jadul (yang sebagian besar filmnya sudah tidak bisa ditonton lagi) masih berlangsung. Mengingat maraknya perkembangan dan produksi film Indonesia akhir-akhir ini dan sejarah bahwa film Indonesia pernah mengalami mati suri yang berulang kali, maka BFN 2008 hadir sebagai usaha menghindari mati surinya perfilman Indonesia untuk yang kesekian kali.

Mengenai program Uncensored, yaitu rangkaian pemutaran film-film sebelum disensor, dijelaskan pula bahwa program ini bukanlah untuk mengajak masyarakat melanggar hukum. Melainkan, mengajak masyarakat untuk bersikap dewasa. Menentukan sendiri, apa yang kiranya baik dan buruk. Sehingga, diharapkan nantinya akan muncul sikap pemberdayaan diri sendiri. Nah, bagi yang hendak menikmati program ini, akan ada sistem khusus, di mana sebelum menonton harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Dan akan sedikit dilakukan jejak pendapat, mengenai sistem pembatasan penonton untuk film tanpa sensor ini.

BFN 2008 ini kontekstual. Ya, karena selain adanya program Retrospektif Suzanna, yang berbarengan dengan munculnya kembali Suzanna di perfilman Indonesia terkini, juga berkaitan dengan isu panas di dunia perfilman, yaitu tuntutan dihapusnya sistem sensor yang berlaku di Indonesia. Jika memang ingin menjaga budaya ketimuran dan moralitas, bukan dengan sensor, yang saat ini kuasanya hanya ada di tangan segelintir orang, yaitu orang-orang di Lembaga Sensor Film.Tak hanya pemutaran film saja, banyak acara-acara menarik lainnya yang akan disuguhkan di BFN 2008 ini. Seperti peluncuran buku Katalog Film Indonesia 2008, yang diprakarsai oleh J. B. Kristanto, juga buku Bikin Film, Kata 40 Pekerja Film, karya Prima Rusdi. Bukan sekedar peluncuran, tapi juga akan ada pembahasan mengenai buku-buku ini. Di mana kita ketahui dari edisi sebelumnya, bahwa buku Katalog Film Indonesia merupakan buku yang memaparkan data terlengkap mengenai film-film Indonesia. Sedangkan di buku Bikin Film, Kata 40 Pekerja Film, akan memberikan informasi lebih mengenai orang-orang di balik layar yang seringkali luput dari perhatian kita.

Selain itu, akan ada Pameran Sejarah Bioskop. Apa yang akan ditunjukkan adalah foto-foto bioskop berikut cuplikan-cuplikan informasi mengenai perkembangan bioskop. Bahkan fakta-fakta menggelikan mengenai bioskop, seperti istilah “kelas kambing” di bioskop dulu. Atau berbagai macam hal menarik tentang interaksi yang terjadi di bioskop. Ada pula Diskusi Musik Film dan Konser Mini “Soundtrack Film Nasional”, yang sayangnya masih dalam konfirmasi.Banyak hal menarik yang akan anda temukan di BFN 2008 kali ini. Entah itu informasi, pengalaman seru, juga hal-hal tak terduga. Seperti alasan mengapa film-film Suzanna yang menjadi pilihan untuk dijadikan program di BFN ini. Bahwa ternyata, perkiraan umum bahwa Suzanna hanya bermain film-film horor salah besar. Beliau justru pernah bermain hampir di semua genre film yang berbeda. Mengagumkannya lagi, bahkan beliau pernah menerima penghargaan, baik lokal maupun di luar sana.

Tentunya di BFN kali ini juga, anda akan diajak melihat apa yang pernah tercipta dari masa lalu, dan mungkin membandingkannya dengan apa yang kita nikmati sekarang. Menelusuri jejak-jejak sejarah lewat film Indonesia dan memakainya sebagai kacamata tambahan dalam melihat sesuatu di masa kini. Anda mampu menyaksikan apa yang dulu disaksikan ayah ibu anda, bahkan nenek kakek anda, atau mungkin sebagai bahan nostalgia. BFN ini dikhususkan untuk kaum-kaum muda yang “haus” akan film dan mau duduk sejenak untuk dibawa kembali ke masa yang lalu dan dilempar kembali ke masa kini. Ditambah lagi, sejak bulan Maret nanti penjualan kaos ber-print poster film jadul yang sudah dilangsungkan sejak tahun lalu, akan turun menjadi Rp75.000,00 untuk para mahasiswa/pelajar.

Pada akhirnya, BFN 2008 akan menyadarkan kita betapa cepatnya perubahan yang sedang terjadi sekarang dan juga menyadarkan bahwa mengingat sejarah adalah jeda yang disediakan di antara perubahan itu semua.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s