kineforum : 15 Maret 2008 (updated)

Sebelum gw melanjutkan jurnal satu tahunan gw di kineforum, gw mau cerita tentang apa yang terjadi belakangan ini di kineforum.

 

Semua dimulai ketika tiba-tiba di sore hari, Trie, salah satu volunteer kineforum, meletakkan bungkusan plastik di meja Reception Desk. Dan saat itu memang tepat di waktu-waktu ‘kelaparan’ para volunteers. Setelah dibuka, ternyata itu isinya usus ayam goreng tepung! Spontan, para volunteers, baik yang sedang bertugas maupun yang lagi nganggur tapi ada di sekitar situ, menyerbu si usus goreng tepung milik Trie tanpa banyak berkata-kata. Sedaaaaaap!

 

Di beberapa hari berikutnya, giliran Michael, volunteer kineforum juga, yang beli usus goreng tepung dan membawanya ke meja Reception Desk. Sebenernya, waktu itu gw lagi nonton di dalem dan Michael menyisakan satu usus buat gw. Tapi begitu gw balik, ternyata Petrus sedang mengorek-ngorek isi kantung plastik dan memakan usus goreng tepung tersebut. Ternyata, masih ada sedikit usus yang bisa gw makan, dan itu yang terakhir. Si Petrus, sambil nelpon, tangannya masih menggerayang di kantung plastik. Begitu gw bilang kalau ususnya abis, dia sedikit kecewa. So, the point is, volunteers kineforum lagi terjangkit Usus Goreng Tepung Addiction!

 

Karena itulah, pada hari Sabtu, 15 Maret 2008 lalu, gw, Tachta, Michael, dan Petrus sempat sedikit kecewa, karena si abang usus goreng tepung GA JUALAN! Padahal, pas hari Jum’atnya, gw sama Michael sudah merencanakan akan pesta usus goreng tepung! Kalau gw sendiri, sepertinya kena sihiran film-film Suzanna yang lagi diputer di kineforum seperti Sundel Bolong. Jadi, gw sudah membayangkan pesta usus goreng, seakan-akan gw si Sundel yang demen usus manusia. Hehehe. Bodoh, ya?

 

Nah, kejadian lucu buat gw pas Sabtu kemarin adalah, ketika ada seorang pria bule yang sepertinya sedang jalan-jalan sendiri saja, bertanya-tanya soal konservatorium musik di Jakarta. Terus, gw kasih tau dia buat liat-liat Pameran Sejarah Bioskop Indonesia. Dia pun masuk ke dalem. Sekitar 10 menit, dia keluar lagi sambil cengar-cengir. Dengan bahasa Indonesia namun logatnya bule dan terbata-bata, dia ngomong gini, “Itu tadi saya lihat, di dalam ada yang menulis, “Bioskop adalah tempat belajar ciuman..”. Hahaha, Indonesian cinema (bioskop maksudnya) is still an Indonesian dream..”. Gw sama Petrus langsung ketawa, tanpa mengerti apa korelasi antara dua kalimat yang dia omongin. Tapi gw sangat kaget, karena bule itu ngerti arti ciuman!

 

p1210119.jpg

 Selain si bule yang ngerti ciuman, ada juga sepasang suami istri yang sepertinya sudah berusia lanjut. Mereka mau nonton Ayat-ayat Cinta gara-gara dengar berita bahwa Habibie nangis nonton film itu!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s