Turtles Can Fly

 

It’s a must-watch movie for everyone! Terutama untuk orang-orang kayak gw yang sering banget ngerasa susah dan mengeluh karena cinta bertepuk sebelah tangan pada seorang laki-laki. Film ini ga bercerita tentang bagaimana caranya menghindari patah hati atau bangkit setelah sakit hati karena ditolak oleh pujaan hati. Bukan. Film ini mengajak untuk bersyukur atas apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita dan membuat mata kita terbuka tentang apa yang terjadi di luar sana, yakni yang dialami anak-anak suku Kurdi di daerah Kurdistan.

 

Bagaimana masa kecil anda? Setiap menjelang tahun ajaran baru sekolah, pergi ke pusat perbelanjaan bersama mama dan papa untuk membeli tas, buku tulis, kertas sampul, lalu makan siang di McDonalds. Setiap pulang sekolah, tinggal berganti pakaian, lalu siap tidur siang dengan nyaman. Di kala teman ada yang punya tamagochi, lalu kita meminta dibelikan, dan dibelikan. Setiap malam minggu, bisa bermain bersama teman di lapangan. Intinya, ketika kanak-kanak, anda tidak perlu memikirkan bagaimana caranya menghasilkan uang untuk makan atau harus memikirkan agar bisa hati-hati dari bahaya ranjau.

 

Tapi tidak dengan anak-anak di Kurdistan. Orang tua, banyak yang tidak punya. Tangan dan kaki, ada juga yang tidak punya. Kalaupun ada, tinggal bagian-bagian tertentu saja. Jikapun tubuh masih utuh, tetapi kenangan kelam terus menghantui tak menyerah ditelan malam. Semua itu digambarkan dalam film ini melalui beberapa anak-anak yang menjadi tokoh penting di dalamnya, dengan setting ketika Amerika hendak menjatuhkan Saddam Husein dengan cara menyerang Irak.

 

Tokoh-tokoh utama anak-anak di sini memiliki karakter kuat dalam setiap perannya. Di mana, sebagian besar dalam film ini lebih menggambarkan kondisi anak-anak di daerah konflik. Mereka harus bekerja untuk mendapatkan uang dengan cara mengumpulkan ranjau-ranjau yang resiko dari pekerjaan tersebut sangatlah besar. Belum lagi, tentang bagaimana mereka kehilangan orang tua dan masalah lain yang harus ditanggung mereka di usia mereka yang masih sangat belia. Namun, film ini mengemas itu semua dengan alur yang menarik serta bumbu kisah cinta yang polos dan juga tulus, yang juga ditambah dengan gambar-gambar menawan, di mana kesatuan mereka menghasilkan sesuatu yang mengguggah nurani manusia yang terdalam.

Iklan

One comment

  1. arimbi · Mei 25, 2008

    i gw bukan mo komen tp gw mo marah2 ama lo

    SEKAR LO KEMANA AJA? UDAH BERAPA TAUN KITA GAK TELPONAN? GW SMS LO GAK DIABALESSS

    it just that..
    there are toooooo many things happened in my life dan lo ga tw

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s