Earth

 

Kita adalah manusia, makhluk hidup yang telah disediakan bumi oleh Tuhan sebagai tempat bernaung dan menjalani kehidupan. Begitu terbiasanya kita mendengar kata bumi sehingga bumi telah menjadi sekedar kata yang identik dengan bentuk bulat. Dan terlalu terbiasanya kita dengan sosok manusia di mana-mana, sehingga terlepas dari benak kita bahwa ada makhluk hidup lain yang tinggal di belahan bumi yang berbeda dengan kita. Namun telah hadir di tengah-tengah kita sebuah film yang memakai judul bumi dalam bahasa inggris, yang hendak mengajak kita untuk jatuh cinta dengan bumi lagi, di tengah climate change yang merupakan produksi global warming.

 

Film ini mengajak kita untuk berkeliling dunia, ke tempat-tempat yang juga penuh kehidupan, tetapi tidak terjamah banyak manusia. Kehidupan yang natural, yang alami, yang liar, dan penuh perjuangan oleh makhluk hidup selain manusia, yakni hewan dan tumbuhan. Siklus kehidupan mereka yang normal dan wajar terancam punah karena perubahan iklim tengah berlangsung.

 

Dibuka dengan keadaan di kutub utara, menceritakan keluarga beruang. Matahari sedang menyinari belahan dunia lain, sehingga tak ada siang untuk di kutub ketika itu. Sang beruang jantan sudah terlampau kelaparan mencari anjing laut untuk menjadi santapannya. Ia pun berkelana. Ketika matahari mendapat giliran untuk memancarkan sinarnya ke kutub, keluarlah sang beruang betina beserta kedua anaknya yang belum lama lahir di dunia, dan untuk pertama kalinya mereka merasakan nikmatnya cahaya matahari. Kedua anak tersebut memperoleh makanan dari tubuh ibunya, sedangkan ibunya sendiri sudah cukup lama tidak makan. Sehingga, ibu mereka sudah harus segera menemukan sumber makanan untuk dirinya. Dan untuk mencapai tempat yang penuh sumber makanan itu, mereka bertiga perlu berjuang dan membutuhkan es sebagai tempat berpijak. Sedangkan, panasnya matahari yang kian memanas, telah melumerkan banyak es dan menipiskan lapisan es tersebut.

 

Beruang hanyalah salah satu tokoh dalam film ini, karena hadir pula kehidupan gajah yang harus bermigrasi jarak jauh untuk mendapatkan air, ibu dan anak paus yang harus bermigrasi di laut dengan jarak jauh dan bahaya yang besar untuk mendapatkan makanan, dan banyak lagi hal-hal menakjubkan tentang kehidupan hewan yang bisa direkam oleh otak kita.

 

Semua hewan yang menjadi tokoh dalam film ini memiliki kesamaan dalam penceritaannya. Bagaimana sang anak yang belum lama lahir sudah harus melakukan perjuangan dalam kehidupannya, karena orang tua mereka sendiri harus mencari sumber makanan untuk memberikan mereka makanan. Dalam perjalanan mereka, kondisi yang membahayakan mereka telah siap menanti dan mereka harus bisa tetap bertahan hidup sebelum mencapai tempat mereka bisa memenuhi kebutuhan pangan mereka. Di film ini, mereka berhasil sampai ke tempat tujuan mereka masing-masing, namun jika pemanasan global berlangsung terus-menerus, mereka akan bernasib tragis seperti yang dialami pak beruang kutub karena terlalu lemas dan kelaparan.

 

Film ini sangat menarik. Terutama perpaduan gambar yang menawan, narasi yang indah, serta musik yang mendramatisir. Ketiga hal tersebut memiliki kekuatan masing-masing, kemudian berbaur menjadi satu kekuatan besar yang berhasil menjadikan film ini dokumenter yang menarik. Meski dalam beberapa adegan, tidak berbeda jauh dengan acara-acara TV tentang wildlife, seperti di Discovery Channel. Cara penceritaan yang mengagumkan dan akurat dalam membuat kesinambungan yang menarik antara narasi dan gambar. Hanya saja ada beberapa transisi adegan dan sisipan adegan yang terlalu cepat. Padahal akan lebih menarik dan menyentuh jika bagian tersebut diperjelas, sehingga tak sekedar menjadi adegan yang dapat dilihat sambil lalu saja.

 

Meski berjudul bumi, namun film ini berfokus pada hewan, tumbuhan, kecantikan pemandangan alam, serta pengaruh pemanasan global terhadap ketiga hal tersebut. Meski taglinenya mengajak kita untuk mencintai bumi lagi, tapi dapat disimpulkan bahwa yang perlu dirubah adalah sikap kita untuk mengurangi ketamakan kita sebagai manusia yang dapat menghancurkan kehidupan makhluk lain yang juga berhak hidup di bumi ini.

Iklan

2 comments

  1. dinaluvsblue · Mei 28, 2008

    skaaar!
    baca blog gw donk! hehehe (promosii).
    http://dinaluvsblue.wordpress.com
    okeoke? hihi
    kangen ni. gw terkungkung di penjara INTENSIF.
    doain usm itb gw yah..

  2. arimbi · Mei 29, 2008

    i was rejected by SMU. i’ve lost my dream.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s