May

 

Begitu tahu bahwa ada film berjudul May di bulan Mei (tapi rilis bulan Juni), saya cukup tahu bahwa film ini akan bercerita seputar tragedi Mei 1998. Dan peristiwa tersebut terjadi 10 tahun yang lalu, tepat satu dekade di tahun 2008 ini.

 

Film ini berkisah tentang May, seorang gadis yang dari parasnya bisa diketahui bahwa darah Tionghoa mengalir di tubuhnya. May bekerja sebagai penyanyi bar di Malaysia yang sikapnya tidak seperti penyanyi bar pada umumnya, karena ia cenderung tertutup. Suatu hari, ia merasa dibuntuti oleh dua pria, yang masing-masing memiliki urusan dengan May. Kedua pria tersebut tak asing bagi May dan berurusan dengan mereka tak kurang dan tak lebih mengingatkan dirinya akan peristiwa 10 tahun yang lalu di Jakarta, tepatnya di satu hari kelabu dalam kehidupannya, 13 Mei 1998.

 

Meskipun kisah utama dalam film ini adalah kisah May, tapi film ini juga berkisah tentang beberapa orang yang jika dihubung-hubungkan, ada hubungannya dengan May, secara langsung maupun tidak langsung. Namun, setiap orang selain May ini memiliki kisahnya sendiri dengan tragedi Mei. Seperti kisah Bapak Gandang dan kisah Ibu May, yang menurut saya, tak kalah menarik dan lebih menyentuh dibandingkan kisah May sendiri.

 

Munculnya kisah tokoh yang lain membuat saya terpikir bahwa film ini agak seperti film Berbagi Suami, di mana setiap tokohnya memiliki kisah sendiri dengan poligami. Bedanya, jika di film Berbagi Suami, setiap kisah tokoh diceritakan berurutan dan jelas, di film ini, alur cerita diacak-acak. Ada tiga jenjang waktu yang bisa memudahkan kita memahami alurnya, yakni sebelum hari kelabu, pas hari kelabu, dan sepuluh tahun setelah hari kelabu. Dan pengacakan alurnya adalah dengan memainkan ketiga jenjang waktu tersebut dicampur dengan kisah tokoh tertentu. Tidak terlalu sulit membedakan jenjang waktunya, karena selain setting-an yang cukup berbeda -kostum, dandanan maupun latar tempat dari yang 90an ke yang lebih modern-, juga terlihat dari sikap beberapa tokoh yang sangat berbeda. Contohnya, May yang berubah dari periang dan penuh gelora cinta menjadi gadis yang sendu. Yang bikin bingung malah endingnya..

 

Akting para pemainnya cukup baik, terutama akting Tio Pakusadewo, Tutie Kirana, Ria Irawan, Lukman Sardi, dan Niniek L. Karim. Untuk Jenny Chang dan Yama Carlos sendiri, masih tergolong lumayan. Karena jujur saja, Yama Carlos tampak kebanting ketika berhadapan dengan Tio Pakusadewo. Dan ketika adegan dia menggoda Enci kostan-nya karena belum bisa bayar uang kost lunas, malah lebih menggelitik melihat ekspresi Encinya dibandingkan apa yang dilakukan Yama Carlos, yang seharusnya lebih bisa memancing tawa. Jenny Chang sedikit lebih berhasil. Dia cukup baik menunjukkan perbedaan sikapnya di masa lalu dan masa sekarang, ketika ia merasa kehilangan semuanya. Tapi, ketika adegan keraguannya melihat si buah hati yang awalnya tidak ia harapkan kelahirannya, kurang greget. Dan justru saya cukup berdecak kagum dengan pemeran pendukung yang lain, seperti pemeran Raymond, pemeran Tristan, temennya May di bar, dan pria muda yang mengkhawatirkan keadaan Ibu May ketika kerusuhan terjadi.

 

Overall, film ini cukup berhasil menceritakan betapa semuanya berubah dalam satu hari. Bahwa ketika kerusuhan itu terjadi, memang keadaan kacau balau tanpa diduga, keamanan terancam, dan perasaan kalut. Ketika kerusuhan usai pun, tidak sedikit orang yang kehilangan. Kehilangan harta tidak masalah, tapi bagaimana perasaan kehilangan orang-orang yang disayangi? Dan dalam keadaan yang kacau balau ketika itu, masih ada orang yang berpikir untuk dirinya sendiri, meraup keuntungan di kala orang lain kesulitan, dan berbagai kondisi dan keadaan yang membuat kita bilang pada diri sendiri, “jangan sampai kejadian lagi deh yang kayak gini..”.

Iklan

One comment

  1. Tigis · Juni 16, 2008

    oh, ini pilem indonesia ya. Baru ngeh ada sinopsisnya :)
    gue pikir pilem May psikopat ce itu. Yg suka motong2x orang.
    btw, gue dpt blog lo ini dari search engine, gue lagi nyari blog2x yg ada ulasan pilemnya wkt itu, kebetulan blog lo ke detect ama google :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s