TV

 

Wahai kawan sepermainan, buat lo yang punya saudara tapi masih pitik dan labil, sangat gw sarankan untuk membuat mereka menjauhi yang namanya televisi. Sebenernya bukan televisinya yang jelek, tapi isinya! Karena gw punya cerita yang ga enak banget..

 

Pertama. Gw punya saudara, dia kelas tiga SMP. Cewek. Demen banget nonton sinetron yang cinta-cintaan norak itu. Sekarang kerjaannya dia suka mojok sendiri sambil SMSan. Pas papanya buka SMSnya ternyata ada yang isinya, “Sayang, kamu lagi ngapain?”. Ouch. Mungkin gapapa sih kalau dia naksir, tapi yang sedikit jadi masalah, dia ga cerita. Kalau dia cerita kan orang tua masih bisa memantau, kalau ngga? Udah gitu, bokapnya mencoba langganan TV kabel biar tontonan dia bisa lebih baik, tapi dia tetep aja nonton sinetron gila itu.

 

Ada lagi yang lebih parah.

 

Gw punya kenalan. Dia punya adik sepupu yang baru aja naik kelas TK B. Kayaknya dia demen banget nonton TV karena ibunya juga suka nonton TV. Dan apa yang ditonton kayaknya sih film setan sama sinetron-sinetron geblek itu. Kenapa? Karena begini. Waktu dia lagi kumpul-kumpul sama keluarganya sambil pada minum susu, ada kakak sepupunya (udah kerja gitu) yang belum meminum susunya karena masih panas. Lagi ngobrol-ngobrol, tiba-tiba si anak TK B itu ngomong sama kakak sepupunya tadi kayak gini, “Kak, kok susunya belum diminum, sih? Diminum dong, biar buah dadanya seksi.” Tapi dia bukan ngomong buah dada, melainkan dengan kata yang lebih ga sopan. Huh, bener deh tuh lagu Cucok Rowo, iki jamane jaman edannnnnnn!!!

 

Pas ditanya siapa yang ngajarin, dia malah ngomong gini, “tapi jangan marah, ya?”. Setelah ditekan dengan porsi yang cukup, dia bilang dia tau dari TV. WOW. Terus lagi, waktu dia makan lontong bikinan tantenya, kan di bagian agak atas dan agak bawahnya diiket gitu, terus dia ngomong gini, “Ih, lontongnya kayak pocong.” Hmm. Terus, dia bahkan ngarang cerita kalau papanya suka nendang-nendang mamanya kalau berantem. GILA, kan? Terus, waktu ngobrol-ngobrol, dia suka berkhayal sendiri tapi ujung-ujungnya tentang setan gitu. Misal, lo ngomongin kucing sama dia. Terus ntar dia cerita kucingnya mati terus kalau malam-malam suka ngedatengin. Huh.

 

Hello!! Para pembuat film-film yang ga jelas, tolong dong ditingkatkan kualitas karya lo itu! Buat stasiun TV, jangan diputer pas jam primetime, PLEASE? Buat para orang tua, tolong perhatikan anak anda. Kalau anda nonton film setan atau sinetron geblek itu, anda udah ngerti mana yang bagus mana yang jelek. Nah, kalau anak anda? Anak anda itu terlahir pintar, kalau tidak diarahkan ke hal-hal baik, hati-hati aja.. Pak Jabatin Bangun (gw ga tau dia siapa, kayaknya dosen IKJ), lebih milih beli DVD -walaupun bajakan- buat ditonton anaknya daripada tuh anak harus nonton sinetron itu. 

 

Kita bisa aja jadiin sinetron yang geblek itu bahan olok-olokkan dan bahan makian, tapi ternyata ga semua kayak kita, lho. Anak-anak sepantaran kita ataupun yang lebih muda dari kita di daerah lain menganggap itu sebagai panduan untuk menjalani kehidupan yang nyata ini. Kalau udah kecanduan, siap-siap aja menjalani kehidupan ala sinetron yang ga banget itu.. Meski enak sih, kalau buru-buru di jalan sepi, tiba-tiba ada abang ojek muncul  ga tau darimana. Apa itu ojek setan? Hih.

Iklan

5 comments

  1. nanien · Agustus 4, 2008

    hohow. anda pantes masuk Komunikasi Media di jurusan gw.
    kemaren gw belajar tuh teori yang ngebahas gitu2an, seru abis. apalagi dosen maknyoss. begitu ujian? mati suri. mendingan belajar daripada ujiannya!!! hoho.
    biasaa..masalah rating, duit, duit, dan duit. pengaruh buruk mah belakangan yang penting duit… sepertinya begitchu :D

  2. nanien · Agustus 4, 2008

    anyway, gw taro link ente di blog aye ya :D
    masa sih gw ga inget sama lo? :D

  3. Alia · Agustus 4, 2008

    hay sekar
    ngebaca tulisan lo yg ini gw jd inget salah satu tulisan pnya temen gw
    coba deh mampir ksini : http://republikgaptek.blogspot.com/2008/07/makna-tv-bagi-batita.html
    hihihiy

  4. Gogon_tanpa_narkoba · September 24, 2008

    Hari Gini Masih Nonton Sinetron???
    APA KATA DUNIAAAAAAA……

  5. Rinta · November 19, 2008

    setuju. televisi membunuh otak kita. lebih tepatnya orang2 dibalik pertelevisian membunuh otak kita.
    membuat kita merasa , kejadian yang ada di sinetron benar2 akan terjadi di kehidupan nyata.
    ironisnya orang2 mencela sinetron tapi masih saja menontonnya.
    seperti saya hahaha :]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s