I Miss My Afgan

 

Dearest Afgan.

 

Udah lama ga ketemu, tiba-tiba suka kepikiran tentang lo gitu. Di kampus baru, banyak cowok yang mencuri hati dengan wajah dan perilakunya, tapi entah kenapa, hati gw masih berat ke elo. Bodohnya, gw baru aja liat foto lo di facebook belakangan ini. Surprised, karena sangat jelas kalau lo tambah ganteng. Hahahaha. Masih gila sendiri, bahkan di depan teman-teman baru yang ga tau kisah perasaan gw terhadap lo :-)

 

Menjelang lebaran, gw terjebak dalam berbagai situasi saat gw sendirian. Dan apa yang gw lakukan? Memikirkan lo dan mengingat masa lalu, ketika ruang dan waktu yang gw alami sama dengan ruang waktu yang melibatkan lo pula. Betapa jahatnya gw, yang selalu merasa bahwa lo ga memberikan suatu apapun terhadap apa yang gw sebut pengorbanan dan perhatian buat lo. Tiba-tiba hari ini gw tersadar bahwa apa yang selama ini lo lakukan ke gw justru sungguh luar biasa.

 

Lo merespon semua signal yang gw kirim ke elo, dengan maksud (mungkin) menyenangkan hati gw, tanpa lo harus merasakan apa yang gw rasakan terhadap lo. Gw tau, akan sangat sulit bahwa apa yang pernah gw lakukan ke elo, akan membuat lo juga menyayangi gw lebih sebagai teman. Dan gw SANGAT TIDAK MENGHARAPKAN ITU. Mau sih, tapi yang gw lakukan murni karena itu yang ingin gw lakukan tanpa ngarepin imbalan apa-apa.

 

Makasih, karena lo suka bolos, jadinya gw selalu ada alasan untuk mengSMS lo. Makasih, karena lo suka males potong rambut, jadinya alasan gw untuk mengSMS lo bertambah. Makasih, karena lo suka telat, jadi kadang-kadang lo ‘terpaksa’ harus duduk sama gw. Makasih, karena lo suka tidur, jadi gw puas mengamati lo yang sedang tidur. Makasih, karena lo (pura-pura atau nggak) suka ga sadar, jadi kepuasan gw mengamati lo terpenuhi. Makasih, karena mau menanggapi pernyataan gw tanpa rasa enggan justru makin jadi teman. Makasih, makasih!

 

Di detik ini, gw makin menyadari bahwa gw makin sayang sama lo. Please, jangan ngerasa gak nyaman. Soalnya gw ga bisa memendam perasaan ini. Sumpah, gw ga harus memiliki lo, tapi gw masih berharap lo jadi suami gw. Hahahaha. Jujur, gw ga pernah merasakan yang sehebat ini ketika gw ‘jatuh cinta’ dengan lelaki manapun. Ceilaaahhh.

 

Tuhan, makasih udah ngasih aku kesempatan merasakan hal yang luar biasa ini :-)

Jagalah ia selalu dalam lindunganMu, dan bahagiakanlah ia dengan hal-hal baik di sekitarnya. AMIN :-)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s