I Am

Heran ya, lately semakin banyak orang yang dengan mudahnya menilai seseorang itu homoseks atau nggak. Mungkin terkadang cuma bercandaan. Cuma gara-gara seorang cowok mengoleksi majalah-majalah yang modelnya adalah cowok-cowok berbadan seksi, cuma gara-gara seorang cewek yang sering bilang cewek lain itu cantik, seakan mudah sekali untuk menilai bahwa mereka adalah homoseks atau biseks.

It has happened to me. Baik gw yang dengan mudahnya menilai seseorang itu homo atau bi dan gw merasa bahwa orang merasa gw adalah seorang homo atau bi. Ngerti gak?

Oh, please. Untuk yang second case, come on. Gw memang pernah merasa, jangan-jangan gw emang bi. Tapi sampai saat ini gw merasa yakin bahwa gw nggak. Gw nggak memojokkan orang-orang yang mempunya preferensi seksual seperti itu. I’m absolutely have no problem with that. Tapi gw emang bukan. Kalau gw boleh mengajukan alasan, gw adalah seorang yang sepertinya mengidamkan kakak perempuan. Dari SD sampai Kuliah ini, gw selalu ngefans sama senior dan biasanya perempuan (ya iya, kalau cowok kan gw gebet!). Bahkan sama DIAN SASTRO. I take her as my imaginary sister.

Dan oooooooooh. BELIEVE ME, mungkin gw emang abnormal karena gw merasa diri gw tuh PENUH banget dengan rasa SAYANG. Mungkin saking melimpahnya, bisa sampai 2000 persen. Jadi, kadang-kadang gw merasa bahwa gw perlu melimpahkan rasa sayang ini ke orang-orang. Tapi apa salah, kalau gw punya perasaan sayang lebih kepada orang tertentu? Kenapa kalau sayang, harus diartikan yang macam-macam? Gw sayang dan ada perasaan senang sama senior gw sebagai seseorang yang senang dibaikin, senang karena seakan dianggap adik (meskipun sebenernya nggak), senang diajak ngobrol, dsb. Bukan karena preferensi seksual tertentu.

Kalaupun gw ngefans, bukan berarti gw bi, kan? Gw selalu merasa diri gw gak begitu bagus untuk ukuran seorang cewek, baik secara fisik maupun behaviour. Gw merasa kagum sama orang-orang cantik dan berbadan bagus dan pintar, karena mungkin gw pengen kayak mereka. Apa salah kalau gw bilang, “Ih, lo cantik deh?”.

Gw gak punya uang banyak. Gw gak punya harta benda yang banyak. Gw cuma punya rasa sayang yang berlimpah dan orang yang tak bisa bosan dan tak bisa berhenti bicara akan suatu hal yang menarik perhatian gw. Sebatas itu aja. Dan gw senang SMSan! Jadi, please para perempuan sejagad raya, bersikap wajar lah akan sikap-sikap gw yang (sok) perhatian, (sok) baik, dan sebagainya. Karena gw tidak naksir sama kalian, tapi lebih ingin menjaga kalian apa adanya. Karena itu yang gw coba bisa lakukan. Kalau tidak suka, bilang saja. Tapi jangan mikir yang aneh-aneh dong :D

Makasih!

 

PS : Aku tidak pernah berniat memojokkan orang-orang yang homo atau bi. Aku menerima mereka apa adanya. Aku mengakui keberadaan mereka apa adanya. Namun aku bukan mereka. Paham, kan?

Iklan

3 comments

  1. nanien · November 11, 2008

    gimana kalo ngefansnya sama gw aja? aku ga keberatan kok.. nyohohohoho
    eh btw mari mampir ke blog saya dan liat tarian bantal dari nienju! :D

  2. Rinta · November 19, 2008

    Saya memuji kedua belah gender sama rata tapi bukan berarti saya bi.
    Dan memang orang sekarang sangat judgmental , dengan mudahnya men stereotype orang melalui penampilan mereka. atau gerak gerik mereka.

    ngomong ngomong ada kutipan quote nih.
    “sexuality is like a fluid, whether you’re straight,bi, or even gay, you just go with the flow.”

  3. amaliasekarjati · November 21, 2008

    whew. that’s a nice and ‘releasing’ quote :p thanks ya, rinta!
    lo memang adik kelas yang baik. hahahaha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s