Resah..

Aku membayangkan, seandainya, kamu memberiku kesempatan, untuk menggenggam tanganmu. Biarkan aku merasa, bagaimana menjadi keyboard laptopmu. Atau gagang cangkir kopimu. Satu genggaman saja. Tapi yang lama. Biar semua perasaan penasaran dan resah gelisah ini mengalir. Lalu hilang, ditransfer sentuhan. Mungkin aku akan lebih nyaman. Tidak lagi uring-uringan.

Andai, sedetik saja kau sentuh bahuku. Atau menatap mataku dalam dan diam. Atau mengusap-ngusap kepalaku. Atau duduk di sebelahku. Atau berbicara berdua denganku. Atau tertawa bersamaku. Atau mencolekku jika kau ada di belakangku tapi aku tak melihatmu. Atau menyebut namaku. Atau tersenyum dengan tulus kepadaku. Atau bicara sampai selesai tentang ajakanmu. Atau mengajariku sesuatu. Percayalah, yang kurasakan kini tak mungkin terjadi.

Andai, aku bisa memelukmu erat. Mendekapmu rapat. Mendengar degup jantungmu cepat. Melepaskan semua hasrat. Dalam satu peluk saja. Sambil menangis, karena tak percaya bahwa aku bisa memelukmu. Memelukmu, seperti orang yang melepaskan rindu. Semuanya dikerahkan, semuanya diberikan, semuanya dipasrahkan, dalam satu peluk penuh arti, hingga kau mengerti.

Lantas, kita terdiam dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya. Lantas, kamu menjadi paham. Lantas, kita berbicara apa adanya. Lantas, tak ada lagi perasaan tertahan dan meluap-luap. Lantas, semua mengalir wajar. Lantas, kamu paham dan kamu.. mengerti.

 

Aku menulis ini dalam kesunyian dan keresahan. Hanya hembusan AC yang riuh, menemaniku, mencipta ini tulisan. Untukmu, seorang..

 

At 303 A room, Dormitory

dengan sedikit ubahan, 30 November 2008

 

 

Iklan

4 comments

  1. benediktatika · Desember 5, 2008

    ckckck.. berat sek. hehe.

  2. otak mesum · Desember 12, 2008

    apa sih yang membuat lw “sebegini” ma dia??

    *btw, surat lw belum gw kirim. hhheee..

  3. dunianatasha · Desember 12, 2008

    Kar,,, maaf ya aku bikin kamu jadi anak nakal kemareen…\
    huahahahahahaha

  4. amaliasekarjati · Desember 14, 2008

    @otak mesum : karena dia enchanted. karena dia bikin gw penasaran. karena dia menarik cakrawala ketertarikan gw yang terbesar dan terdalam. sumpah, dia bikin gw penasaran dan tetep bikin gw penasaran. jadinya gw tertantang untuk menemukan berbagai cara agar dia menengok ke arah gw. tapi sayangnya, cara-cara gw belum ada yang ampuh. lalu tertahan, dan meluap-luap di dalam. mampus, malah bikin puisi lagi gw. hahaha, begitulaah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s