Detachment

Film Fiksi memberikan saya influence cukup besar dalam memahami dan mempelajari kata obsesi dan keterikatan. Karena saya, entah dari dulu sampai sekarang atau hanya dulu saja, tergolong orang yang berobsesi tinggi. Punya rasa keinginan memiliki yang sangat kuat. Entah fanatisme saya sama Britney Spears dan Dian sastro, atau terhadap laki-laki pujaan, atau juga terhadap benda-benda yang tergolong kuno.

Dari film Fiksi juga, saya mengenal kata Detachment. Yang kemudian mempengaruhi saya untuk menjalani proses detachment itu sendiri, melepas keterikatan yang berlebihan khususnya. Terlebih lagi setelah apa yang saya alami kemarin.

Handphone saya raib. Entah bagaimana rinci kejadiannya. Yang jelas, saya lagi bermain di Timezone, sendirian. Bermain Ghost Squad, Time Crisis II, dan Maximum Tune. Saat beranjak dari tempat duduk Maximum Tune, saya merogoh-rogoh kantong, dan..

saya tidak dapat menemukan handphone saya.

Begitu banyak teman-teman yang luar biasa baik yang membantu. Tasha, Gloria, Om, Sheridan, dan semua yang perhatian. Saya tidak marah dan sedih, hanya penasaran. Menyayangkan nomor-nomor handphone yang tersimpan di memori handphone saya.

Apa saya sudah menjalani proses detachment itu?

Yang jelas lagi, tidak cuma handphone yang ingin saya detach. Tapi beberapa hal lain. Pelan-pelan. Mencoba kembali ke titik nol dan semoga berbuah keikhlasan.

Iklan

2 comments

  1. indieschmindie · Desember 20, 2008

    gw juga termasuk orang yang punya attachment kuat, cenderung obsesif ama hal2 tertentu. dari kecil kayanya. cuma emang, some things, we have to let go.

    bagus lah kalo lo udah menjalani proses detachment atas HP lo. mmm gw dulu juga pas HP bulukan gw yg covernya pocky itu ilang, sempet sedih bahkan nangis hahaha, tapi sebenernya lebih menyayangkan entah sms apa nomer yg gw simpen di situ.

    • amaliasekarjati · Desember 20, 2008

      sama, lebih ke SMS dan nomer yang tersimpan.
      huh. hari ini sudah diurus. dan sudah punya HP baru. hihhii.
      alhamdulillah, pas banget bokap lagi punya duit :D

      btw, menurut jej, kenapa ya kita cenderung obsesif? dan kenapa kita perlu detach?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s