Lupa Lupa Ingat

“Lupa.. Lupa, lupa, lupa, lupa lagi syairnya..”

Dalam sekejap, lirik itu adalah bagian dari lagu nasional. Siapa yang tidak tahu lagu sederhana itu? Kuburan Band, pembawa lagu yang sangat fenomenal itu, berhasil menciptakan karya yang menanggapi karya mereka itu sendiri, lagu mereka sangat luar biasa mudah untuk dihafal sehingga orang-orang tentu tidak lupa untuk melantunkan syairnya.

Awalnya saya berpikir, permainan apa lagi ini? Lagu seperti cuma buat main-main saja, tidak ada makna apalagi yang mendalam. Apa yang bisa dinikmati dari untaian lagu seperti itu? Tapi siapa saya bisa bicara tentang makna dan kenikmatan? Bukankah ini negara demokrasi, semua orang punya hak untuk berekspresi?

Baiklah, ini cuma keluhan semata bagi saya yang tidak terlalu suka dengan simplifikasi yang tak berarti itu. Tapi lantas saya sadar bahwa kehadiran band satu itu lebih pada sebagai hiburan. Masyarakat mungkin lebih senang menikmati kreativitas yang sebenarnya sehari-hari sekali tapi diangkat ke permukaan dengan bungkusan Kuburan Band yang seperti itu. Saya pun akhirnya menyadari bahwa lagu tersebut lagu yang sangat manusiawi, sifat manusia yang sering lupa.

Mungkin ini hiburan bagi saya sendiri, mungkin ini tidak perlu. Tapi saya suka. Teman saya bilang, saya terlalu sering mengaitkan satu hal dengan hal lainnya yang mungkin sebenarnya memang tidak berkaitan. Tapi buat saya, itu adalah karena saya tidak mau suatu hal tidak ada maknanya. Maka saya maknai sendiri, meski terkesan dibuat-buat. Saya tidak peduli.

Bisa jadi yang dikatakan Kuburan Band benar adanya. Kita manusia sering lupa. Lupa adalah sifat yang manusiawi. Bahkan mungkin kita lupa bahwa lupa itu manusiawi.

Sebagaimana kita lupa kebaikan seseorang dan hanya mengingat kejelekannya.

Seperti kita lupa betapa baiknya teman kita yang menemani kita di Rumah Sakit ketika ibunda kita terbaring sakit atau teman yang mengantarkan kita tepat sampai depan rumah ketika kita dalam keadaan mabuk, tetapi yang cuma kita ingat adalah betapa mereka terkadang ada urusan lain sehingga tidak bisa kita ‘capai’ untuk sementara.

Seperti para petinggi negeri ini lupa akan janji-janji mereka kepada rakyat, dan hanya ingat betapa mereka harus memperkaya diri mereka entah bagaimana caranya.

Seperti kita suka lupa betapa luar biasanya seorang Ayah yang selalu ada dan menuruti keinginanmu selama delapan belas tahun terakhir dan malah untuk sisa umur ke depan, tetapi hanya ingat ucapan menyakitkannya selama lima menit, itupun hanya karena ia sedang emosi dan terbebani pikirannya mengurus kita.
Seperti kita suka lupa proses, dan hanya ingat hasil, hasil, dan hasil.

Seperti kita lupa betapa bahagianya kita, tetapi hanya terperosok dalam ingatan akan secuil penderitaan.

Seperti kita suka lupa, bahwa Tuhan akan memberikan apa yang kita butuhkan, tetapi yang kita ingat adalah Tuhan akan memberikan apa yang kita inginkan begitu saja (Ini hanya berlaku bagi yang percaya Tuhan, atau at least percaya bahwa Tuhan itu baik).

Begitulah. Dan bermacam contoh yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Begitulah cara saya tersadar akan makna dibalik lagu Kuburan Band ini. Semoga saya tidak sepelupa yang saya tuliskan. Semanusiawi-manusiawinya lupa, akan lebih baik jika kita mampu mengingat. Sebaik-baiknya ingatan manusia, tidak bisa dipungkiri bahwa ia mungkin saja lupa. Manusia..

Iklan

3 comments

  1. april · Juli 15, 2009

    ternyata kuburan band bisa mengingatkan sekar akan hal-hal yg terjadi dalam kehidupannya..
    Lupa akan suatu kejadian maupun seseorang memang mudah,tapi ketika kita mengingat kembali itu semua maka itu akan menjadi suatu hal yg tak terlupakan dalam hidup kita..

    Mungkin juga suatu hal yg terlupakan tersebut bukan sengaja terlupakan tapi hanya tidak teringat karena hal lain yg menyibukkan kita..karena kehidupan kita tidak hanya untuk mengingat hal2 yg sudah lalu saja, masih banyak hal baru di depan yg harus kita lewati,tapi biarkan yg lalu itu teringat kembali menjadi kenangan yg pernah dilewati…
    dan biarkan hal yg terlupakan itu menjadi pengalaman sebagai proses pembelajaran hidup.

    begitulah pril maksud gue. bahwa kita suka lupa bahwa manusia itu suka lupa. jadi yaa.. begitulah. hahaha. thanks for reading and commenting! :D

  2. bestari · Juli 18, 2009

    aah, udah lama ga aktif jadi blogreader..
    jujur, gue kangen baca tulisan2 sekaar, salah satu teman gue yang luar biasa
    kali ini seru juga ya, gue pikir lo bakal mengkritik mereka abis2an, ternyata lebih dalam lagi artinya
    sunnatullah kalo manusia itu pelupa..
    kata ‘manusia’ sendiri asalnya dari bahasa arab, dan artinya ‘lupa’
    makasih karna udah ngingetin gue untuk mencoba mengingat hal-hal yang sering lupa untuk diingat

    alhamdulillah.. terima kasih, bestari. mungkin karena itu pula manusia diciptakan bersaudara, untuk saling mengingatkan, bukan? (hahaha, mulai sok bijak). begitu lah. btw, ini gue juga baru mulai nulis lagi setelah sekian lamaaa, bes. makasih udah mau meluangkan waktu untuk membaca :D

  3. Nadia · Juli 27, 2009

    sekaar, yang ini nice sekali.. gue merasa tersentil dengan kalimat-kalimat lo tentang manusia yang melupakan banyak hal (dan hanya ingat sebagian) yang sebenarnya sangat esensial. thnks for sharing, kar. -rayhanna

    thank you, nadd. just another simple thought of my mind. terima kasih, terima kasih. well, life is sharing, mungkin? hahahaha. thanks anywaaaay :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s