Salah

Kenapa ya, akhir-akhir ini malah marah-marah mulu?

Dulu bisa dengan begitu baik dan manisnya berjalan, kenapa sekarang malah jadi penuh kebencian?

Kalau dia menolak, ya saya harus bisa menerima kalau dia menolak.

Kalau dia tidak suka, ya saya harus bisa menerima kalau dia tidak suka.

Kalau dia memilih orang lain, ya saya harus bisa menerima kalau saya bukan pilihan dia.

Kalau dia bahagia, ya saya harus bisa menerima kalau dia lebih bahagia tanpa saya.

Menyakitkan, menyebalkan, mengesalkan. But, that’s the truth. Daripada dia terus berpura-pura dan menjaga perasaan saya saja. Itu akan lebih menyakitkan, menyebalkan, dan mengesalkan.

Well, saya salah. Saya hanya harus bisa menerima semua ini. Pelan-pelan, tapi harus bisa.

I’m happy for you. I’m fine without you. I’m here, in case you’re needing me. I try to not complaining again. I will always pray for your good, your happiness, and.. anything else, dear.

:)

Iklan

One comment

  1. camera · Juni 14, 2010

    hm….coba banyak sabar…cari suasana baru biar otak nya relax…

    salam kenal ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s