PRET!

Aku (A): Kamu mau apa?

Dia (D): Mau milo dingin.

A: Aku beliin.

D: Mau kentang goreng.

A: Aku kasih.

D: Mau bersandar.

A: Sini, di pundakku.

D: Mau nangis.

A: Sini, tumpahkan ke aku.

D: Mau makan.

A: Aku traktir.

D: Mau main gitar.

A: Aku temenin.

D: Mau ngerokok.

A: Jangan banyak-banyak.

D: Kok semua kamu turutin?

A: Karena kamu yang minta.

D: Yaudah, sekali-sekali, deh. Kamu mau apa?

A: Yakin, kamu nanya itu?

D: Iya, kamu mau apa? Daritadi aku terus yang minta.

A: Bukan kamu yang minta, aku yang menawarkan kamu mau apa.

D: Ya terus, mau apa kamu?

A: Aku cuma mau.. kamu. Rasa sayang dari kamu, mungkin?

D: Hmm.

A: Kenapa?

D: Aku minta milo dingin, kentang goreng, sandaran, makan, semua hal-hal yang emang bisa kamu penuhi. Tapi, permintaan kamu.. perasaan?

A: Susah, ya?

D: Jauh sangat susah dari yang kamu kira.

A: Kamu sayang banget sama dia, ya?

D: Aku cuma mau dia.

A: Tapi kata kamu, minta perasaan itu susah banget.

D: Iya, memang. Tapi aku gak bisa aja.

A: Ya, sama.

Diam.

A: Jangan ngejauh, please?

D: Nggak, gak akan. Nggak akan kemana-mana.

A: Makasih.

D: Emang kamu nggak capek, ngasih banyak hal ke seseorang yang gak ngasih apa-apa ke kamu, tapi ngasihnya ke orang lain?

A: Ngasih segalanya bukan berarti kita akan dapat hal yang sama dari dia.

D: Iya, klise, sih. Tapi, cinta memang harus belajar tulus, ikhlas.

A: Setuju. Aku belajar itu, kok.

D: Dari aku?

A: Ya, kamu belajar dari dia, aku belajar dari kamu.

D: Jangan gitu, dong. Jadi, gak enak, deh.

A: Kenapa? Karena ternyata perasaan kamu bukan buat aku?

D: Iya. Sedangkan yang kamu kasih udah banyak banget.

A: Ya ampun, masih kaku aja.

D: Harusnya ‘kan bisa seimbang.

A: ‘Seharusnya’ itu yang bikin capek.

D: Oh ya?

A: Aku lebih gak enak kalau kamu ngerasa gak enak.

D: Tuh, malah bikin makin gak enak, deh!

A: Terus, emangnya kamu bisa apa?

D: Mungkin, mencoba memenuhi permintaan kamu.

A: Hahaha, harusnya perbincangan ini gak perlu terjadi. Harusnya aku gak bilang kalau aku mau kamu. Harusnya aku gak sekalipun pernah minta kamu. Harusnya aku gak sebut-sebut itu. Well, some things better left unsaid.

D: ‘Seharusnya’ itu yang bikin capek, kan? Hahaha.

A: Hahaha, iya. Ngomong itu gampang, ngomong buat orang lain lebih gampang lagi. Hahaha.

D: Hey.

A: Apa?

D: Makasih, ya.

A: Buat apa?

D: Buat bisa mengerti kalau perasaan aku bukan buat kamu.

A: Itu terjadi karena kamu gak ngejauh dan gak ‘serem’ dengan perasaan aku ke kamu.

D: Namanya juga perasaan.

A: Gak tau datang dari mana.

D: Tiba-tiba aja.

A: Well, aku lebih beruntung dari kamu.

D: Kenapa?

A: Karena saat membicarakan ini semua, kamu ada.

D: Oiya, dia gak ada, ya?

A: -________________-

semua perbincangan berlangsung di dalam sebuah mobil klasik di malam hari di jalan tol dan terputarThere Is a Light that Never Goes Out, oleh The Smiths.

Iklan

One comment

  1. rumus cepat matematika · Juni 29, 2010

    hehehehe…pret,,,ckckck

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s