150710

15 Juli 2010. Kamis. Hari yang melelahkan tapi juga menyenangkan.

Bangun tidur jam 11 siang, padahal janjian sama Olivia Rosary di Bakmi Tanjakan, Bulakrantai, jam 12. Kenapa janjian di situ? Karena lokasinya yang dekat dengan mantan sekolah kami, yakni SMP N 49, dan emang Bakmi Tanjakan tempat favorit kita berdua ternyata. Hahaha.

Sampai sana sekitar jam 1, eh ternyata ada Resti Tri Anisa *maaf ya kalo salah tulis*, dulu juga sekolah di SMP yang sama. Sama-sama kenal, tapi bukan temen deket sebenernya. Cuma karena orangnya memang ramah, seru, dan asik, jadinya ya nyambung-nyambung aja sih ngobrolnya, hehe. Terus, agak terkagum-kagum sama si Balon yang ternyata hidupnya selama ini luar biasa seru! Dari masa kecilnya di Indonesia yang ajaib, jadi relawan waktu gempa bumi di Jogja dan upayanya memberi kabar keluarganya bahwa dia baik-baik saja dengan sengaja masuk ke frame setiap ada dokter diwawancara wartawan berita, sampai menemukan kesamaan interest! Yeay, ketemu teman sepermainan yang baruuuuu!

Abis itu berangkat ke Palmerah, menuju gedung Kompas Gramedia. Niatnya mau ngasih hadiah ulang tahun ke Gita Adinda, tapi dengan bodohnya saya lupa bawa. Terus jadinya ngejemput Shirley Tamara pulang kerja. Kenapa saya rela ngejemput dia menerjang kemacetan Jakarta yang sangat saya tidak suka? Begini ceritanya.

Di suatu kesempatan, saya baca blognya, yang isinya betapa dia mulai terjebak dengan rutinitas sejak magang. Betapa dia harus pulang pergi naik angkutan umum, pekerjaannya yang saya juga bingung mau nyeritainnya gimana, serta satu alasan lagi yang saya ogah nyebutnya di sini, dan segalanya deh yang sepertinya bikin dia gelisah. *PRET! Jadi, ya kepikiran aja pengen bikin dia punya sehari di luar rutinitasnya itu. Jadinya ya, saya jemput naik beat-o!, ngajak dia ketemu teman-teman sepermainan (ketemu Retti, Om, dan sayangnya Edang gak bisa ikutan!), sampai akhirnya ya quality time yang emang kalau sama dia jadi TOTALLY QUALITY TIME! Hehe.

Apa ya hal-hal yang bisa ditarik dari obrolan kami hari ini?

Pertama, udah sama-sama susah, ya jangan saling nyakitin. Kedua, terkadang seseorang ingin memberi bukan hanya untuk orang lain, tetapi juga buat dirinya: to make him/her feels good about himself/herself. Ketiga, nyari duit itu nggak gampang! Keempat, senior-junior di tempat kerja? BASI! Kelima, waspada kalau satu kantor sama mantan, hahaha. Oke, yang waras cuma yang pertama sampai yang ketiga aja, kayaknya.

Tiba waktunya untuk pulang. Pas udah hampir deket rumah dia,

Sekar: Shir, aku boleh masuk ke rumah kamu dulu, gak?

Shir: Boleh, kenapa emang?

Sekar: Pengen ketemu sama Mama dan Mami L. Kangen.

Shir: Ohhh, boleh, boleh.

Sekar: Tapi cuma pengen ketemu doang, cipika-cipiki, terus pulang.

Shir: Ohhh, iya, iya.

Sekar: Jadi kangen Mama-nya Edang juga, deh.

Huff. Saya kangen Ibunda Lana :'( Saya kangen ditunggu dia di rumah. Saya kangen naik ke tempat tidur lalu memeluk dia di kasur. Saya kangen dipeluk, diusap-usap, diapain lah. Saya kangen ngeliat Ayah saya melantunkan puisi gombal buat dia dan dia cuma menatap saya dengan wajah ‘apa-banget-sih-papamu-itu’. Saya kangen ada di rumah sore-sore, nunggu dia pulang naik becak, sambil bawain Hoka Hoka Bento yang harusnya jadi jatah makan dia di kantor, tapi malah dibawa pulang karena dia tahu saya doyan banget itu.

Saya mau banget ngenalin temen-temen kampus saya: Shirley, Edang, Om, Izzy, Retti, Glo, Gita, April, Balon, Fiant, Safa, Ardo, Ernest, Izzul, dan semuanya deh, lewat cerita sehari-hari saya seperti yang biasa saya lakukan. Bahkan kalau bisa ketemu langsung dan dengerin dia komentar atau nanya-nanya meskipun pasti pertanyaannya kepo banget. Saya mau banget ngasih tau dia kalau ternyata temennya si ini adalah temennya si itu dan ternyata dunia selebar daun kelor. Saya mau banget bilang ke dia kalau Dedes udah balik lagi ke Malaysia dan saya sayang banget sama Raditya, putranya Izzy. Saya mau banget dia bisa ngerasain perubahan  dan ngedampingin saya ke masa  ‘kedewasaan’ saya, meski saya gak akan berubah buat terus sayang sama dia.

Akhirnya nyampe juga di rumah Shirley. Ketemu Mami L dan Mami A. Pengen banget meluk mereka tapi kayaknya jadi over-drama. Jadilah, cipika-cipiki cukup dan saling tanya kabar. Puas banget menyatakan diri kalau saya kangen mereka. Seneng banget ditanya beberapa hal dan begitu pulang dipesenin, “hati-hati ya, Sekar..”

Jadi lah, pas pulang si beat-o! nemenin saya nangis lagi di motor :'( Dan dia jadi saksi kalau saya berdoa di motor meski doanya jadi melebar kemana-mana. Gila, berdoa aja saya gak bisa fokus, huh. *masa doanya jadi melebar ke anji drive?

Begitu lah. Bukan mau sok-sok ikutan blog tetangga sebelah yang lagi religius, tapi saya ngerasa udah lama banget saya gak bersyukur dan saya pengen aja bilang: Tuhan, terima kasih ya, udah menghadirkan orang-orang terbaik buat saya. Terima kasih..

Iklan

2 comments

  1. shir · Juli 16, 2010

    thank youuuuuuu sekarrrr :’)
    aaaahhhh hampir nangis nih di kantor.
    thanks for everything dear,
    terima kasih karena telah menyelamatkan saya dari sehari yang palsu bisu meragu dan biru
    me and my family love youuuuu dearrrrrrrrrrr :)

    aku yang makasihhhhhhhh, shirrrrrrr. me love you and your family, then! hehe biar impassss :) ayo kamu yang semangat yaaaa! shirrrrr, people come and go in my life, i don’t want you to be the one. i really wish you are the one who will stayyyyyyy. amen.

  2. Naga212Geni · Juli 19, 2010

    Selamat Pagi. Hari Senin mumpung masih semangat baru, di sempatkan untuk webwalking / blogwalking. Mohon Ijin untuk membaca artikelnya, siapa tahu bisa menajdi inspirasi untuk menulis posting blog saya. Klo berkenan, di tunggu kunjungan baliknya. link situsku http://naga212geni.blogspot.com . Salam kenal n tetap semangat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s