Atributif

“Ketika seseorang -maupun sekelompok orang- tidak memiliki perangkat yang substantif untuk ‘berkuasa’ dan dihormati, mereka cenderung menggunakan perangkat yang atributif.”

Beberapa orang sudah membuktikannya: sekelompok orang yang bisanya melakukan penyerangan dan kekerasan, beberapa senior di tempat kerja yang bisanya nyuruh-nyuruh dan meremehkan, bahkan seorang dosen, guru, atau kepala sekolah yang bisanya bentak-bentak, marah-marah, dan mengancam mengurangi nilai ujian kita.

Dan yang paling menyedihkan adalah ketika mereka mengumbar kebanggaan mereka atas perangkat atributif itu dan bangganya mereka menjadi sosok yang ditakuti, bukan dihormati.

Terima kasih karena orang-orang tersebut dengan rela (atau dengan bodoh?) mau menjalani peran mereka sebagai orang yang paling menyedihkan. Setidaknya bagi saya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s