Built to Last

Built to Last – Melee

i've looked for love in stranger places
but never found someone like you
someone whose smile
makes me feel i've been holding back
and now there's nothing I can do

cause this is real, and this is good
it warms the inside just like it should
but most of all
most of all, it's built to last
it's built to last

all of our friends
saw from the start
so why didn't we believe it too?
now look, where we are
you're in my heart now
and there's no escaping it for you

cause this is real, and this is good
it warms the inside just like it should
but most of all
most of all, it's built to last

walking on the hills at night
with those fireworks and candlelight
you and i were made to get love right

cause this is real, and this is good
it warms the inside just like it should
but most of all
most of all, it's built to last

cause you are the sun in my universe
consider the best when we felt the worst
and most of all, most of all
most of all, most of all,
most of all, most of all
it's built to last

Saya pernah meminta seseorang mendengarkan lagu ini. Dulu. Sekali. Dulu, ketika saya lagi senang-senangnya lagu ini. Dulu, ketika saya merasa bahwa kedatangan dia ke dalam hidup saya sekali lagi akan berakhir lebih lama, bahkan selamanya. Dulu, ketika saya percaya (meski ragu) bahwa dia tidak akan pergi lagi. Tak disangka, dia juga suka lagu ini.

Sampai akhirnya kenyataan dan kebodohan saya meruntuhkan semua kepercayaan itu. Saya tetap suka lagu ini, tetapi dia tidak bisa menetap. Bahwa ternyata: we weren’t built to last.

Saya mencaci maki di dalam hati. Fu*k this song! Liriknya indah, bahkan terlalu indah untuk menjadi kenyataan. Iramanya nikmat sehingga bisa didengarkan di kala penat. But this song saying too much sh*t. Bohong. Nyatanya saya dan dia berakhir begitu saja. Benar-benar berakhir.

Namun, butuh tiga bulan buat saya menyadari bahwa bukan lagunya yang salah, tetapi orang yang didedikasikan lagu ini, yang saya harap ‘we are built to last‘ ini, yang belum tepat. Bukan berarti dia jahat, bukan berarti saya juga yang seenak jidat, hanya saja tidak tepat.

Jadi, untuk semua orang di luar sana, kalau ada apa-apa, jangan nyalahin lagunya, ya. Meskipun begitu, saya masih kesal sama lagu “Please, Release Me“. Karena liriknya jahat banget (i know it’s so damn judgmental but it really pissed me off): “Please, release me, let me go. Cause I don’t love you, anymore..” Udah gitu, dia juga bilang kalau gadis barunya lebih manis dan hangat dibanding gadis lamanya yang dingin. PRET!

Ya udah lah, ya. Hak orang mau bikin lagu kayak gimana, hehe. Why am i bother? Eh, tapi gak segitunya juga, hak saya buat gak suka sama lagunya dia.

Tulisan ini bukan buat mengungkit lagi yang sudah-sudah, bukan cerita soal saya, dia, dan lagu saja. Buat saya, tiap karya, tiap lagu, dan tiap lirik yang tercipta pastinya bagian dari pengalaman maupun pengetahuan personal, dan itu menguatkan ‘kebenaran’ ungkapan bahwa setiap orang memiliki pengalaman uniknya masing-masing yang membuat ia punya interpretasinya sendiri terhadap sesuatu. Menurut saya, itu bisa jadi salah satu sumber perbedaan dan keberagaman. Dan itulah kenapa sebaiknya kita jangan terlalu sok ‘judgmental‘, karena setiap orang punya pilihan dan alasan serta latar belakang atas pilihannya itu.

Jadi, kalau lagunya gak sesuai ‘pengalaman’ kita, ya bukan berarti itu salah dibikin. Dan jadi, kalau ada orang yang tingkah laku dan pola pikirnya gak sesuai dengan ‘standar’ kita, ya bukan berarti dia salah ngebentuk dirinya. Terkadang ada beberapa hal yang gak bisa kita nilai pakai kacamata kita. Kadang kacamata pribadi kita harus dilepas sesaat dulu, baru bisa memahami hal-hal itu. Terlebih lagi, orang berkarya itu sifatnya arbitrer, suka-suka dia maunya gimana, hehe.

Udah ah, saya bawel banget, jadi meracau (maklum, otak kacau gak tidur seharian).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s