02 November 2010

Hell-o, November!

Udah November lagi aja, ya. Dan udah lama juga saya gak nulis blog. Belakangan ini, blog yang dibuka selalu blognya Kineforum, jadi blog pribadi ini agak terlantar. Hmm, mau cerita apa, ya? Kadang-kadang, terlalu banyak cerita di kepala, jadinya malah bingung mau cerita apa.

1. Ain’t a ‘Sweet November’

Kalau Keanu Reeves punya film judulnya ‘Sweet November’, dan meski saya belum nonton, tapi sayang banget film itu gak berlaku buat saya. Tahun lalu saya masih punya bitter-sweet November, tahun ini saya antipati duluan. Saya takut, pola-pola relasi saya sebenarnya begitu-begitu saja. Jadi, November kali ini saya mau saya tetap terjaga dan sadar sehingga tidak terpuruk ke lubang yang sama untuk ke sekian kalinya. It’s like November gave me a very ‘cautious-trauma’.

2. Generalization isn’t so good

Namun, mungkin antipati saya harus diimbangi dengan sedikit rasionalisasi, bukan generalisasi. I do have trauma about November, tapi jangan bikin itu jadi debu dan abu kelam yang menghalangi saya untuk melihat hal-hal lain manis lainnya seperti kelahiran bayi keduanya Izzy Tanasale dan Kak Ricky di awal bulan November ini, tepat tanggal 01 November 2010! Harusnya sih nama bayinya Cinta, akibat gimmick heboh dari emaknya, tapi ternyata namanya jadi Raisya Satya (kalau gak salah). Beratnya 4 kg, panjangnya lupa. Hari ini saya sama ombudsman menjenguk ke RSIA Buah Hati, tempat di mana mereka dirawat, dan oh my.. i can’t believe there’s such a beautiful and calm baby born from my lovely friend’s womb. She’s so lovely!

3. Antara Malas dan Gengsi!

Dan hari ini messed-up banget dan semua penyebabnya adalah: gengsi dan malas! Yak, bodohnya saya salah naik angkot, padahal cuma dari Gading Serpong-BSD. Udah tau salah belok, bukannya cepet-cepet turun, malah sok ngikutin angkotnya dan meyakini bahwa dia masih di jalan yang benar. Alhasil, saya SMS teman saya, memberi tahu posisi saya. Dia bilang, saya harus turun dan ganti angkot lain. Saya pun turun. Dan begitu saya nemu angkot yang dimaksud, saya langsung naik dengan yakin tanpa nanya dulu, apakah dia ke tempat yang saya tuju atau tidak. Tiba-tiba, jreng! Saya sudah melintasi jalan beton di tengah sawah, gunung, dan tambak. Tapi saya masih ogah buat nanya si abang. Lalu, karena perasaan udah gak enak, saya turun di tengah jalan sepi, cuma ada rumah-rumah semacam gubuk kecil. Itu pun juga gak ada orangnya. CK!

Saya SMS temen saya lagi, ternyata harusnya tadi pas ganti angkot, saya nyebrang dulu. Alhasil, balik lagi, deh. Pas mau ke arah sebaliknya, angkot yang ditunggu tak kunjung datang. Saya memutuskan untuk jalan sedikit, dan Alhamdulillah, muncul lah angkot putih-hijau yang saya harapkan. Pas duduk depan, saya tanya, “Bang, ke BSD, kan?” dan ternyata oh ternyata, ITU ADALAH ABANG ANGKOT YANG SEBELUMNYA SAYA NAIK! Saya pun jadi malu ribuan kali lipat dan menyesal, karena udah malu, gengsi, harus bolak-balik pula. Gila. Tapi ya saya bikin alasan sendiri biar gak malu-malu amat: kalau gak nyasar, jadi gak tau kan kalau di Serpong masih ada hutan, gunung, sawah, tambak!

 

Apa lagi, ya? Kayaknya itu aja dulu, deh. Hehehe, so many things in mind!

GBU, good people :)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s