No Surprises

Selamat Ulang Tahun.

Kemarin seharusnya hari paling membahagiakan.

Saya ingin memberi kejutan, menraktir makan di restoran pilihan, apalagi saya baru gajian.

Namun, di hari ini saya justru menyadari hal lain.

Kamu tidak lagi sedinamis dulu, fleksibilitas kamu kini telah menjadi nada ritmis yang kaku.

Harus ada waktu yang terukur, sedangkan aku tidak bisa diatur.

Tidak perlu memaksakan, jika ujung-ujungnya hanya meruntuhkan bangunan-bangunan ekspektasi, lalu berakhir dengan kekecewaan.

Lebih baik tidak sama sekali daripada mau bertemu tapi diburu-buru.

Hanya akan membuat hubungan kita sekedar sebuah agenda yang menunggu di-check list.

Atau ritual tanpa esensi.

Lalu aku lagi yang menjadi korban rasa bersalahmu.

Kita berdua sudah lelah mengeksploitasi emosi dan menciptakan drama yang buang-buang energi.

Datanglah padaku jika waktumu sudah kau kuasai sepenuhnya.

Agar kita kembali berdialog tanpa paksaan, tuntutan, atau kewajiban-kewajiban semu.

Dan jangan harap ada kejutan, makan di restoran pilihan setelah saya gajian, karena rangkaian peristiwa tersebut telah menjadi simbol bahwa sekali lagi kita terpuruk kekecewaan.

Itu menyedihkan.

Dan menyakitkan.

Selamat Ulang Tahun.

now playing: Birthday – The Bird and The Bee

Iklan

2 comments

  1. letysia · Maret 27, 2011

    sedih bacanya :'( semoga komunikasinya berjalan lebih lancar ya

    • amaliasekarjati · Maret 27, 2011

      amin :'(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s